Entri yang Diunggulkan

Hijab ku untuk ALLAh SWT

Assalamu’alaikum muslimah cantik :) Ingin baca cerita? Aku akan bercerita Suatu hari ada seorang gadis gaul nan modis yang meyakinkan d...

Jumat, 28 Desember 2012

Ayah


Ayah…
Ayahku  pahlawanku ! disetiap langkahku  dia  dan  ibu slalu  menyertaiku dengan doanya. Waktu kesulitanku dia dan ibu  yang  menyemangatiku. Dia meyakinkan ku kebahagiaan itu milik semua orang tak  terkecuali  orang tak punya dan terhina seperti kami. Dia.. disetiap nafasnya  adalah  kecukupan untuk kami, kami  yang terkadang  tak  tahu  diri  dan  merasa hebat. Dia.. disetiap langkahnya  hanya  menyebut kebutuhan kami yang harus dipenuhinya. Dia.. dia yang slalu bersakit sakit untuk melihat kesuksesanku. Aku gak mungkin dan gak akan menyia-nyiakan apa yang udah  diperjuangkan ayahku untukku, apa yang udah dikorbankannya hingga detik  ini aku masih bisa hidup tenang dan bahagia disisinya. Ayah.. gak  pernah bilang lelah menopang kami sekeluarga. Dia gak  pernah bilang capek ngurusin keperluan kami. Dibalik  usianya  yang semakin tua, dia masih sanggup  tersnyeum dan bilang “ayah  masih muda dan ayah masih sehat”. Ayahku.. menelan setiap  malu  demi  aku , ayahku  yang slalu  menahan sakit demi aku. Aku.. gak tahu mau bilang apa, melihatnya dengan segala gangguan penyakit  diusianya. Kekekaran tubuhnya  yang dahulu kulihat kini tlah susut dimakan usia. Wajah  tampannya kini  kisut   seiring  waktu, tangan tangannya yang begitu  halus kini menjadi kapalan-kapalan kasar digerogoti kerasnya pekerjaan  yang  dijalaninya. Disetiap  tawanya  dia  menemui  kami dengan berbagi canda tawa. Tapi  disaat  air  mata berharga   miliknya  jatuh, disaat dia terpuruk dan jatuh, dia bersembunyi dan tak ingin kami mengetahuinya. Dikeadaan jatuh dia masih   mampu tersenyum dengan lembut dan bilang “ayah sayang kalian apapun yang kalian butuhkan  ayah bisa kasih, kalian gak  perlu mikirkan apapun kecuali belajar ya nak!”. Mungkin dia berfikir kami tak tahu apapun tentang perasaannya, tapi aku tahu.. ingin rasanya memeluk ayah, menguatkannya dan membantunya bangkit kembali dari keterpurukan. Slalu tertanam cita dihati ini untuk membahagiakanmu ayah, tapi semua itu butuh waktu. Dan aku takut sebelum aku mampu mewujudkan inginmu kau tlah jauh meninggalkan kami. Aku.. dalam setiap do’a slalu terukir  do’a untukmu   pada allah yang maha  kuasa  agar dia  memanjangkan sedikit umurmu hingga aku mampu  mengukir senyum dihari senjamu ayah. Tunggu kesuksesanku ayah, aku ingin kau menyaksikan keberhasilanku dengan senyum kebangganmu, Sakitmu.. luka buat kami, anak-anakmu. Hal yang slalu kuingat adalah keinginan ayah untuk bisa melihat kami kuliah, menghadiri acara wisuda kami, memimpin acara pernikahan kami, bahkan menimang cucu ayah.. terlalu sayang aku padamu  ayah hingga  gak  bisa  mengungkapkannya  lagi. terluka hati ini saat  mendengar kata  yang tak baik  tentang ayah. Tak ingin ada yang memandang rendah ayahku tersayang. Sekarang doa agar kesehatan ayah  slalu terjagalah yang paling ku utamakan. Aku gak mau ayah sakit, disetiap senyum ayah yang penuh keluh sakit aku menanangis tak tahan takut kehilangan ayah sebelum cita itu terwujud. Kesehatan mu ayah.. itu yang paling aku butuhkan bukan uang yang kau hasilkan. Ayah.. sayangku slalu untukmu ayah, jangan pernah sakit lagi ayah?? Do’akan kami anak-anakmu agar berhasil. I love you ayah!!





Created by: NAN