Ayah…
Ayahku pahlawanku ! disetiap langkahku dia dan ibu slalu menyertaiku dengan doanya. Waktu kesulitanku dia dan ibu yang menyemangatiku. Dia meyakinkan ku kebahagiaan itu milik semua orang tak terkecuali orang tak punya dan terhina seperti kami. Dia.. disetiap nafasnya adalah kecukupan untuk kami, kami yang terkadang tak tahu diri dan merasa hebat. Dia.. disetiap langkahnya hanya menyebut kebutuhan kami yang harus dipenuhinya. Dia.. dia yang slalu bersakit sakit untuk melihat kesuksesanku. Aku gak mungkin dan gak akan menyia-nyiakan apa yang udah diperjuangkan ayahku untukku, apa yang udah dikorbankannya hingga detik ini aku masih bisa hidup tenang dan bahagia disisinya. Ayah.. gak pernah bilang lelah menopang kami sekeluarga. Dia gak pernah bilang capek ngurusin keperluan kami. Dibalik usianya yang semakin tua, dia masih sanggup tersnyeum dan bilang “ayah masih muda dan ayah masih sehat”. Ayahku.. menelan setiap malu demi aku , ayahku yang slalu menahan sakit demi aku. Aku.. gak tahu mau bilang apa, melihatnya dengan segala gangguan penyakit diusianya. Kekekaran tubuhnya yang dahulu kulihat kini tlah susut dimakan usia. Wajah tampannya kini kisut seiring waktu, tangan tangannya yang begitu halus kini menjadi kapalan-kapalan kasar digerogoti kerasnya pekerjaan yang dijalaninya. Disetiap tawanya dia menemui kami dengan berbagi canda tawa. Tapi disaat air mata berharga miliknya jatuh, disaat dia terpuruk dan jatuh, dia bersembunyi dan tak ingin kami mengetahuinya. Dikeadaan jatuh dia masih mampu tersenyum dengan lembut dan bilang “ayah sayang kalian apapun yang kalian butuhkan ayah bisa kasih, kalian gak perlu mikirkan apapun kecuali belajar ya nak!”. Mungkin dia berfikir kami tak tahu apapun tentang perasaannya, tapi aku tahu.. ingin rasanya memeluk ayah, menguatkannya dan membantunya bangkit kembali dari keterpurukan. Slalu tertanam cita dihati ini untuk membahagiakanmu ayah, tapi semua itu butuh waktu. Dan aku takut sebelum aku mampu mewujudkan inginmu kau tlah jauh meninggalkan kami. Aku.. dalam setiap do’a slalu terukir do’a untukmu pada allah yang maha kuasa agar dia memanjangkan sedikit umurmu hingga aku mampu mengukir senyum dihari senjamu ayah. Tunggu kesuksesanku ayah, aku ingin kau menyaksikan keberhasilanku dengan senyum kebangganmu, Sakitmu.. luka buat kami, anak-anakmu. Hal yang slalu kuingat adalah keinginan ayah untuk bisa melihat kami kuliah, menghadiri acara wisuda kami, memimpin acara pernikahan kami, bahkan menimang cucu ayah.. terlalu sayang aku padamu ayah hingga gak bisa mengungkapkannya lagi. terluka hati ini saat mendengar kata yang tak baik tentang ayah. Tak ingin ada yang memandang rendah ayahku tersayang. Sekarang doa agar kesehatan ayah slalu terjagalah yang paling ku utamakan. Aku gak mau ayah sakit, disetiap senyum ayah yang penuh keluh sakit aku menanangis tak tahan takut kehilangan ayah sebelum cita itu terwujud. Kesehatan mu ayah.. itu yang paling aku butuhkan bukan uang yang kau hasilkan. Ayah.. sayangku slalu untukmu ayah, jangan pernah sakit lagi ayah?? Do’akan kami anak-anakmu agar berhasil. I love you ayah!!
Created by: NAN