Assalamu’alaikum
muslimah cantik :)
Ingin
baca cerita? Aku akan bercerita
Suatu
hari ada seorang gadis gaul nan modis yang meyakinkan dirinya untuk berhijjrah
kejalan Allah berkat suatu mimpi dan acara yang ditontonnya mengenai akhir
zaman. Lalu dengan sepenuh hati sang gadis merubah gaya berpakaian nya, gaya
berbicaranya , cara berjalannya, pergaulannya bahkan banyak lagi. Dia menyadari
betapa susahnya menjadi seorang muslimah yang dicintai Allah namun dia tidak
patah semangat, dia terus berusaha. Menjauhkan celana-celana jeans yang dulu
menjadi kebanggaannya dan mengganti dengan gamis dan hijab syar’i, mengurangi
suaranya untuk pembicaraan yang tidak bermakna , melembutkan nada suaranya,
menutup pergaulannya untuk hal-hal yang kurang baik bahkan senantiasa mendekatkan
diri pada yang maha kuasa melalui amalan-amalan dari yang wajib hingga sunnah.
Suatu hari sang gadis menghampiri
sebuah tempat fotocopy dan print untuk menge-print tugas kelompoknya. Namun hal
yang terjadi ketika sang pemilik usaha melihat penampilannya, sang pemilik
memarahi , mencacinya dan tak ingin mengerjakan tugas sang gadis, dengan tetap
sabar sang gadis berlalu meninggalkan tempat tersebut dan pindah ketempat lain,
namun naas dia mendapati hal yang sama. Tidak tahan membendung air matanya,
sang gadis menangis sejadi-jadinya . dan setelah masalah itu berlalu bukan
sedikit hal yang mengusik hati sang gadis, teman-temannya juga mulai
mempertanyakan kemana hilangnya gadis yang dulu modis dan sangat gaul. Kenapa gadis
harus berubah? Bahkan satu persatu temannya menjauhi dirinya. Melangkah meninggalkan
gadis. Bukan gadis ingin menjauh namun perbedaan sepertinya terbentuk dengan
sendirinya. Beberapa kali gadis mencoba menjelaskan namun mungkin sang teman
belum mendapat hidayah dan sulit untuk mengerti. Bahkan salah seorang temannya
berkata “iss jelek banget sih kamu berubah gitu , pake kerudung gitu. Biasa aja
knp? Ga modis”. Astaghfirullahal’adzim. Inikah yang dinamakan fitnah akhir
zaman yaAllah? Dimana jeans dan hotpant dengan aurat terbuka dimana-mana
dianggap modis sedangkan hijab yang syar’i dianggap ketinggalan jaman? Mengapa?
Mengapa pertemanan harus dijarak dengan penampilan? Mengapa sulit sekali untuk
mengerti dengan pendirian seseorang? Kenapa bahkan seorang muslim sulit
mengerti tentang pakaian syar’i yang jelas-jelas sudah difirman kan Allah
didalam Al-Qur’an?
Pernah lagi ketika sang gadis
mengingatkan kepada seorang supir tentang bagaimana burunya supir angkot itu
mengemudi membuat sang supir marah dan meludahi wajah sang gadis, dengan
perasaan marah sang gadis hamper menghajar sang supir namun dihentikannya karena
mengingat Allah SWT dia mencoba mencari keadilan dengan mengadukan perbuatan
sang supir kepada polisi namun seperti yang dia tau hokum Indonesia lemah
ketika si miskin mencari perlindungan. Namun hokum bisa begitu tegas ketika
sikaya mencari kambing hitam untuk segala kejahatannya. Ada sedikit rasa esal
dan amarah dihati sang gadis namun dicoba sabar dan istighfa. Bukankah nabi
Muhammad Saw pernah mendapat penghinaan yang lebih parah? Namun beliau hanya
membalas dengan senyum orang-orang yang mendzoliminya. Kenapa harus ada judge
untuk kami yang memakai jilbab lebar? Bukankah ada Ham yang mengatur kebebasan
seorang warga? Kami berpakaian seperti ini bukan karena kami mengikuti suatu
ajaran, melainkan karena kami ingin pulang kehadapan Allah SWT dengan pakaian yang disukai olehnya sesuai dengan
Qs.Al-Ahzab :59. Haruskah kami mengumbar aurat berjalan beria dengan penuh dosa
agar dipandang dimasyarakat? kenapa kami harus jadi bahan olok-olokan bagi
kalian? Kami yang berpakaian tertutup untuk menjaga kehormatan kami dipandang
sebelah mata namun LGBT yang sudah jelas-jelas menurunkan harkat martabatnya
dan melanggar hukum malah dilindungi dan diberi HAM? Sunggu akhir zaman sudah
sangat dekat seperti kata Nabi Muhammad SAW”jarak pengutusanku dengan hari
kiamat hanya sejauh 2 jari ini (sembari menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya)
.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar