Assalamu’alaikum ukhti..
Ini jawaban atas pertanyaan kalian “mengapa para wanita
HIJABERS umumnya menutup diri dari pergaulan terutama dengan wanita-wanita yang
belum berhijab syar’I ?
Begini
ukh.. bukannya kami menutup diri ataupun hanya bergaul dengan hijabers saja
melainkan kami ada keperluan bersama mereka maka nya kami bersama. Mungkin saja
ketika kalian melihat kami bersama , kami sedang ada pekerjaan bersama
Dan lagi yang mengapa kami seperti ini? Karena
tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama tentang kami, tidak semua
berfikiran positif tentang kami, bukannya kami ingin soudzon tapi dari beberapa
pengalaman yang saya lewati betapa pedihnya perlakuan yang saya terima hanya
karena potongan kain yang panjang ini. Mengapa hanya karena potongan kerudung
yang sedikit lebih panjang dari biasanya kami mendapat perlakuan berbeda?
Mungkin mereka juga pernah mengalami hal-hal seperti saya maka nya mereka lebih
menutup diri dari pergaulan agar tidak terjadi kesalah pahaman dan permusuhan.
Dengan begitukan dia bermaksud menjaga dirinya dan diri anda dari dosa.
Dan lagi mengapa
kami seperti ini? Mungkin karena kami menyesuaikan penampilan dengan sikap
kami, taukah kalian bagaimana sulitnya menjaga diri karena potongan kain yang
sedikit lebih panjang ini? Taukah kalian kami juga ingin bergaul, tertawa dan
bercanda ria bersama teman-teman namun kami takut kalian akan berfikiran
bahwa”sudah berhijab syar’I , sudah berjilbab panjang kok masih seperti itu?
Kok seperti ini?” naah daripada kami menyebabkan fitnah atau dosa kan sebaiknya
kami menjaga diri saja. Kembali dengan niat menjaga diri dan anda agar kita
sama-sama terhindar dari dosa. Bukan kah kalian sudah tau bahwa dalam islam
kita sebaiknya diam daripada berbicara hal yang tidak perlu karena ditakutkan akhirnya
akan menjadi dosa seperti bergunjing.
Bercanda ria? Saya juga ingin seperti dulu tertawa tanpa
rem dengan sahabat-sahabat konyol saya, tertawa bersama, gaul dan ngehits tapi
apa itu bermakna? Apakah itu membawa kebahagiaan untuk diakhirat yang kekal
nanti? Tidak kan? Malah akan menjadi dosa. Karena sesuai hadis riwayat bahwa
Allah akan mengazab orang yang ingin membuat org lain tertawa denga kebohongan!
Na’udzubillah minzalik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar