Entri yang Diunggulkan

Hijab ku untuk ALLAh SWT

Assalamu’alaikum muslimah cantik :) Ingin baca cerita? Aku akan bercerita Suatu hari ada seorang gadis gaul nan modis yang meyakinkan d...

Sabtu, 12 Maret 2016

HIJABERS bersuara

Assalamu’alaikum ukhti..

Ini jawaban atas pertanyaan kalian “mengapa para wanita HIJABERS umumnya menutup diri dari pergaulan terutama dengan wanita-wanita yang belum berhijab syar’I ?
          Begini ukh.. bukannya kami menutup diri ataupun hanya bergaul dengan hijabers saja melainkan kami ada keperluan bersama mereka maka nya kami bersama. Mungkin saja ketika kalian melihat kami bersama , kami sedang ada pekerjaan bersama
 Dan lagi yang mengapa kami seperti ini? Karena tidak semua orang memiliki pemikiran yang sama tentang kami, tidak semua berfikiran positif tentang kami, bukannya kami ingin soudzon tapi dari beberapa pengalaman yang saya lewati betapa pedihnya perlakuan yang saya terima hanya karena potongan kain yang panjang ini. Mengapa hanya karena potongan kerudung yang sedikit lebih panjang dari biasanya kami mendapat perlakuan berbeda? Mungkin mereka juga pernah mengalami hal-hal seperti saya maka nya mereka lebih menutup diri dari pergaulan agar tidak terjadi kesalah pahaman dan permusuhan. Dengan begitukan dia bermaksud menjaga dirinya dan diri anda dari dosa.
          Dan lagi  mengapa kami seperti ini? Mungkin karena kami menyesuaikan penampilan dengan sikap kami, taukah kalian bagaimana sulitnya menjaga diri karena potongan kain yang sedikit lebih panjang ini? Taukah kalian kami juga ingin bergaul, tertawa dan bercanda ria bersama teman-teman namun kami takut kalian akan berfikiran bahwa”sudah berhijab syar’I , sudah berjilbab panjang kok masih seperti itu? Kok seperti ini?” naah daripada kami menyebabkan fitnah atau dosa kan sebaiknya kami menjaga diri saja. Kembali dengan niat menjaga diri dan anda agar kita sama-sama terhindar dari dosa. Bukan kah kalian sudah tau bahwa dalam islam kita sebaiknya diam daripada berbicara hal yang tidak perlu karena ditakutkan akhirnya akan menjadi dosa seperti bergunjing.
          Bercanda ria? Saya juga ingin seperti dulu tertawa tanpa rem dengan sahabat-sahabat konyol saya, tertawa bersama, gaul dan ngehits tapi apa itu bermakna? Apakah itu membawa kebahagiaan untuk diakhirat yang kekal nanti? Tidak kan? Malah akan menjadi dosa. Karena sesuai hadis riwayat bahwa Allah akan mengazab orang yang ingin membuat org lain tertawa denga kebohongan! Na’udzubillah minzalik

Selasa, 08 Maret 2016

Hijab ku untuk ALLAh SWT

Assalamu’alaikum muslimah cantik :)
Ingin baca cerita? Aku akan bercerita
Suatu hari ada seorang gadis gaul nan modis yang meyakinkan dirinya untuk berhijjrah kejalan Allah berkat suatu mimpi dan acara yang ditontonnya mengenai akhir zaman. Lalu dengan sepenuh hati sang gadis merubah gaya berpakaian nya, gaya berbicaranya , cara berjalannya, pergaulannya bahkan banyak lagi. Dia menyadari betapa susahnya menjadi seorang muslimah yang dicintai Allah namun dia tidak patah semangat, dia terus berusaha. Menjauhkan celana-celana jeans yang dulu menjadi kebanggaannya dan mengganti dengan gamis dan hijab syar’i, mengurangi suaranya untuk pembicaraan yang tidak bermakna , melembutkan nada suaranya, menutup pergaulannya untuk hal-hal yang kurang baik bahkan senantiasa mendekatkan diri pada yang maha kuasa melalui amalan-amalan dari yang wajib hingga sunnah.
            Suatu hari sang gadis menghampiri sebuah tempat fotocopy dan print untuk menge-print tugas kelompoknya. Namun hal yang terjadi ketika sang pemilik usaha melihat penampilannya, sang pemilik memarahi , mencacinya dan tak ingin mengerjakan tugas sang gadis, dengan tetap sabar sang gadis berlalu meninggalkan tempat tersebut dan pindah ketempat lain, namun naas dia mendapati hal yang sama. Tidak tahan membendung air matanya, sang gadis menangis sejadi-jadinya . dan setelah masalah itu berlalu bukan sedikit hal yang mengusik hati sang gadis, teman-temannya juga mulai mempertanyakan kemana hilangnya gadis yang dulu modis dan sangat gaul. Kenapa gadis harus berubah? Bahkan satu persatu temannya menjauhi dirinya. Melangkah meninggalkan gadis. Bukan gadis ingin menjauh namun perbedaan sepertinya terbentuk dengan sendirinya. Beberapa kali gadis mencoba menjelaskan namun mungkin sang teman belum mendapat hidayah dan sulit untuk mengerti. Bahkan salah seorang temannya berkata “iss jelek banget sih kamu berubah gitu , pake kerudung gitu. Biasa aja knp? Ga modis”. Astaghfirullahal’adzim. Inikah yang dinamakan fitnah akhir zaman yaAllah? Dimana jeans dan hotpant dengan aurat terbuka dimana-mana dianggap modis sedangkan hijab yang syar’i dianggap ketinggalan jaman? Mengapa? Mengapa pertemanan harus dijarak dengan penampilan? Mengapa sulit sekali untuk mengerti dengan pendirian seseorang? Kenapa bahkan seorang muslim sulit mengerti tentang pakaian syar’i yang jelas-jelas sudah difirman kan Allah didalam Al-Qur’an?

            Pernah lagi ketika sang gadis mengingatkan kepada seorang supir tentang bagaimana burunya supir angkot itu mengemudi membuat sang supir marah dan meludahi wajah sang gadis, dengan perasaan marah sang gadis hamper menghajar sang supir namun dihentikannya karena mengingat Allah SWT dia mencoba mencari keadilan dengan mengadukan perbuatan sang supir kepada polisi namun seperti yang dia tau hokum Indonesia lemah ketika si miskin mencari perlindungan. Namun hokum bisa begitu tegas ketika sikaya mencari kambing hitam untuk segala kejahatannya. Ada sedikit rasa esal dan amarah dihati sang gadis namun dicoba sabar dan istighfa. Bukankah nabi Muhammad Saw pernah mendapat penghinaan yang lebih parah? Namun beliau hanya membalas dengan senyum orang-orang yang mendzoliminya. Kenapa harus ada judge untuk kami yang memakai jilbab lebar? Bukankah ada Ham yang mengatur kebebasan seorang warga? Kami berpakaian seperti ini bukan karena kami mengikuti suatu ajaran, melainkan karena kami ingin pulang kehadapan Allah SWT dengan  pakaian yang disukai olehnya sesuai dengan Qs.Al-Ahzab :59. Haruskah kami mengumbar aurat berjalan beria dengan penuh dosa agar dipandang dimasyarakat? kenapa kami harus jadi bahan olok-olokan bagi kalian? Kami yang berpakaian tertutup untuk menjaga kehormatan kami dipandang sebelah mata namun LGBT yang sudah jelas-jelas menurunkan harkat martabatnya dan melanggar hukum malah dilindungi dan diberi HAM? Sunggu akhir zaman sudah sangat dekat seperti kata Nabi Muhammad SAW”jarak pengutusanku dengan hari kiamat hanya sejauh 2 jari ini (sembari menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya) .