HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada..
Ada gadis kecil
Diseberangkan gerimis
Ditangan kanannya bergoyang payung
Tangan kirinya mengibaskan tangis
Dipinggir padang, ada pohon dan seekor burung
Mencintai angin harus menjadi siul
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintaimu, harus menjelma aku
Hatiku, selembar daun
Melayang jatuh di rumput
Nanti dulu
Biarlah aku sejenak, berbaring disini
Ada yang masih ingin kupandang
Yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi
Sebelum kau sapu tamanmu
Setiap pagi....
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api
yang menjadikannya abu..
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan
yang menjadikannya tiada..
Ada gadis kecil
Diseberangkan gerimis
Ditangan kanannya bergoyang payung
Tangan kirinya mengibaskan tangis
Dipinggir padang, ada pohon dan seekor burung
Mencintai angin harus menjadi siul
Mencintai air harus menjadi ricik
Mencintai gunung harus menjadi terjal
Mencintai api harus menjadi jilat
Mencintai cakrawala harus menebas jarak
Mencintaimu, harus menjelma aku
Hatiku, selembar daun
Melayang jatuh di rumput
Nanti dulu
Biarlah aku sejenak, berbaring disini
Ada yang masih ingin kupandang
Yang selama ini senantiasa luput
Sesaat adalah abadi
Sebelum kau sapu tamanmu
Setiap pagi....
supardi djoko damono :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar